seperti biasa nih, share tugas penkom, kali ini kak Dhira lagi baek, tugasnya dikurangi… cuman disuruh jalanin command prompt sama nyari seputar kompresi file.

buat command prompt, gue pilih system info. nih hasilnya

 

cmd

buat informasi tentang kompresi ga begitt ngerti sih . .

begini katanya prinsip kompresi file itu membuang pengulangan, algoritma pengulangan, sama pola. jadi sebuah file itu terdiri dari informasi-informasi yang di dalannya banyak terdapat informasi yang sama (pengulanagan), nah dengan komopresi, informasi yang diulang tersebut hanya ditulis atau dicatat sekali saja. kalo algoritma kaga ngarti deh, copas aja deh, nih

 

1. Mencatat Pengulangan
Sebagian besar tipe file digital mengandung pengulangan. File-file tersebut memiliki informasi yang sama yang ditampilkan secara berulang. Aplikasi kompresi file membuang pengulangan-pengulangan tersebut. Alih-alih menampilkan potongan informasi yang sama secara berulang, aplikasi kompresi mencatat informasi tersebut satu kali saja, dan akan menduplikasikannya kembali saat file diekstrak.
Sebagai contoh, perhatikan tipe informasi yang sangat akrab dengan kita berikut ini: kata. “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda. Tanya apa yang Anda berikan pada negara.” (terjemahan kutipan dari Presiden AS, John F. Kennedy). Kutipan tersebut memiliki 15 kata, yang terdiri dari 74 karakter, 14 spasi, dan 2 titik.

Jika setiap huruf, spasi, dan tanda baca mengambil satu unit memory komputer, kita mendapatkan file dengan ukuran 93 unit. Untuk memperkecil ukuran file tersebut, kita harus memperhatikan pengulangan yang terjadi. Sekejap kita mendapatkan data berikut:

  • “tanya” muncul 2 kali
  • “apa” muncul 2 kali
  • “yang” muncul 2 kali
  • “negara” muncul 2 kali
  • “berikan” muncul 2 kali
  • “pada” muncul 2 kali
  • “Anda” muncul 2 kali
Secara kasar, setengah dari kutipan JFK di atas adalah pengulangan. Tujuh kata (tanya, apa, yang, negara, berikan, pada, Anda) memberikan hampir semua informasi keseluruhan kutipan. Untuk membangun setengah kutipan bagian akhir, kita hanya menunjuk kata-kata yang ada pada setengah kutipan bagian awal, dan mengisinya dengan spasi.
2. Algoritma Pengulangan
Kebanyakan aplikasi kompresi menggunakan variasi algoritma dictionary-based LZ (yang diambil dari dua nama penemu algoritma ini, Lempel dan Ziv) untuk mengecilkan file. Sistem ini membuat semacam katalog dengan deretan angka. Kembali ke kutipan JFK di atas, kita bisa membuat katalognya sebagai berikut:
  1. Tanya.
  2. Apa.
  3. Yang.
  4. Negara.
  5. Berikan.
  6. Pada.
  7. Anda.

Dari katalog di atas, kita dapat merumuskan kutipan JFK menjadi:

“Jangan 1 2 3 4 5 6 7. 1 2 3 7 5 6 4.”
Itulah algoritma pengulangan yang digunakan oleh aplikasi kompresi untuk mengecilkan ukuran file, dan merekonstruksinya kembali ke ukuran semula. “Jangan 1 2 3 4 5 6 7. 1 2 3 7 5 6 4.” ditambah daftar kata dalam katalog, tentu lebih pendek daripada “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda. Tanya apa yang Anda berikan pada negara.”
Dari contoh di atas, kita berhasil memampatkan kutipan JFK dari 93 unit menjadi 36 unit untuk kalimat yang terkompresi, dan 54 unit untuk katalog, atau total 90 unit. Ya, kita berhasil menghemat 3 unit! Namun, seperti kata pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit,” proses kompresi file di komputer mengumpulkan yang sedikit itu, namun dalam jumlah yang besar.
3. Menemukan Pola
Dari contoh di atas, kita mengambil semua kata yang digunakan berulang dan meletakkannya di dalam sebuah katalog. Bagi kita, ini adalah cara yang paling lazim digunakan untuk menulis kamus, index, atau glosarium. Tapi, sebuah aplikasi kompresi melihatnya sedikit berbeda: algoritma kompresi tidak mengenal kata-kata yang terpisah, melainkan mencari pola atau pattern.
Untuk semakin memperkecil ukuran file, aplikasi kompresi memilih pola apa yang harus dimasukkan dalam katalog. Bila melihat kutipan JFK di atas dari sudut pandang ini, kita akan mendapatkan isi katalog yang benar-benar berbeda dari contoh di atas. Aplikasi kompresi memindai kutipan JFK, pengulangan pertama yang dicatat adalah pola huruf  “a” dan  “n” yang dikuti oleh spasi.
Pada frase pertama kutipan tersebut, “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda.” terdapat empat pola huruf  “a” yang dikuti spasi. Dua pola gabungan huruf  “an” yang diikuti spasi pada “jangan” dan “berikan”. Dua pola gabungan huruf  “ang” pada kata  “jangan” dan “yang”, serta pola-pola lain yang mungkin luput dari perhatian kita.
Berbekal katalog pola (bukan kata) inilah aplikasi kompresi memampatkan sebuah file hingga 90% bahkan lebih, terutama pada file yang memiliki banyak pola yang berulang, misalnya pada file-file yang di dalamnya terdapat tag (HTML, XML, TIFF, dan lain-lain). sumber : httpp://ascima-zeke.blogspot.com201112cara-kerja-kompresi-file-ex-winzip.html
1. Mencatat Pengulangan
Sebagian besar tipe file digital mengandung pengulangan. File-file tersebut memiliki informasi yang sama yang ditampilkan secara berulang. Aplikasi kompresi file membuang pengulangan-pengulangan tersebut. Alih-alih menampilkan potongan informasi yang sama secara berulang, aplikasi kompresi mencatat informasi tersebut satu kali saja, dan akan menduplikasikannya kembali saat file diekstrak.
Sebagai contoh, perhatikan tipe informasi yang sangat akrab dengan kita berikut ini: kata. “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda. Tanya apa yang Anda berikan pada negara.” (terjemahan kutipan dari Presiden AS, John F. Kennedy). Kutipan tersebut memiliki 15 kata, yang terdiri dari 74 karakter, 14 spasi, dan 2 titik.

Jika setiap huruf, spasi, dan tanda baca mengambil satu unit memory komputer, kita mendapatkan file dengan ukuran 93 unit. Untuk memperkecil ukuran file tersebut, kita harus memperhatikan pengulangan yang terjadi. Sekejap kita mendapatkan data berikut:

  • “tanya” muncul 2 kali
  • “apa” muncul 2 kali
  • “yang” muncul 2 kali
  • “negara” muncul 2 kali
  • “berikan” muncul 2 kali
  • “pada” muncul 2 kali
  • “Anda” muncul 2 kali
Secara kasar, setengah dari kutipan JFK di atas adalah pengulangan. Tujuh kata (tanya, apa, yang, negara, berikan, pada, Anda) memberikan hampir semua informasi keseluruhan kutipan. Untuk membangun setengah kutipan bagian akhir, kita hanya menunjuk kata-kata yang ada pada setengah kutipan bagian awal, dan mengisinya dengan spasi.
2. Algoritma Pengulangan
Kebanyakan aplikasi kompresi menggunakan variasi algoritma dictionary-based LZ (yang diambil dari dua nama penemu algoritma ini, Lempel dan Ziv) untuk mengecilkan file. Sistem ini membuat semacam katalog dengan deretan angka. Kembali ke kutipan JFK di atas, kita bisa membuat katalognya sebagai berikut:
  1. Tanya.
  2. Apa.
  3. Yang.
  4. Negara.
  5. Berikan.
  6. Pada.
  7. Anda.

Dari katalog di atas, kita dapat merumuskan kutipan JFK menjadi:

“Jangan 1 2 3 4 5 6 7. 1 2 3 7 5 6 4.”
Itulah algoritma pengulangan yang digunakan oleh aplikasi kompresi untuk mengecilkan ukuran file, dan merekonstruksinya kembali ke ukuran semula. “Jangan 1 2 3 4 5 6 7. 1 2 3 7 5 6 4.” ditambah daftar kata dalam katalog, tentu lebih pendek daripada “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda. Tanya apa yang Anda berikan pada negara.”
Dari contoh di atas, kita berhasil memampatkan kutipan JFK dari 93 unit menjadi 36 unit untuk kalimat yang terkompresi, dan 54 unit untuk katalog, atau total 90 unit. Ya, kita berhasil menghemat 3 unit! Namun, seperti kata pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit,” proses kompresi file di komputer mengumpulkan yang sedikit itu, namun dalam jumlah yang besar.
3. Menemukan Pola
Dari contoh di atas, kita mengambil semua kata yang digunakan berulang dan meletakkannya di dalam sebuah katalog. Bagi kita, ini adalah cara yang paling lazim digunakan untuk menulis kamus, index, atau glosarium. Tapi, sebuah aplikasi kompresi melihatnya sedikit berbeda: algoritma kompresi tidak mengenal kata-kata yang terpisah, melainkan mencari pola atau pattern.
Untuk semakin memperkecil ukuran file, aplikasi kompresi memilih pola apa yang harus dimasukkan dalam katalog. Bila melihat kutipan JFK di atas dari sudut pandang ini, kita akan mendapatkan isi katalog yang benar-benar berbeda dari contoh di atas. Aplikasi kompresi memindai kutipan JFK, pengulangan pertama yang dicatat adalah pola huruf  “a” dan  “n” yang dikuti oleh spasi.
Pada frase pertama kutipan tersebut, “Jangan tanya apa yang negara berikan pada Anda.” terdapat empat pola huruf  “a” yang dikuti spasi. Dua pola gabungan huruf  “an” yang diikuti spasi pada “jangan” dan “berikan”. Dua pola gabungan huruf  “ang” pada kata  “jangan” dan “yang”, serta pola-pola lain yang mungkin luput dari perhatian kita.
Berbekal katalog pola (bukan kata) inilah aplikasi kompresi memampatkan sebuah file hingga 90% bahkan lebih, terutama pada file yang memiliki banyak pola yang berulang, misalnya pada file-file yang di dalamnya terdapat tag (HTML, XML, TIFF, dan lain-lain).
sumber : http://pascima-zeke.blogspot.com/2011/12/cara-kerja-kompresi-file-ex-winzip.html

Komponen Komputer

September 13, 2013 | Leave a Comment

Pertemuan praktikum kedua mata kulaih penerapan komputer seperti sebelumnya dilakukan di cyber singkong. Materi yang disampaikan adalah komponen perangkat kers komputer. Perangkat keras sendiri didefinisikan sebagai alat-alat elektronis yang menyusun sebuah komputer. Komponen perangkat keras komputer sendiri terdiri atas empat jenis yaitu input sistem, output sistem, storage, dan sistem unit.

Input sistem (input device) merupakan alat atau media yang yang digunakan untuk memberikan perintah pada komputer. Contoh alat input adalah keyboard, mouse, microphone, scanner, webcame, dsb.

Output device merupakan alat atau media yang bertugas mengaplikasikan / menampilkan perintah ke luar komputer, misalnya monitor, speaker, printer, dsb.

Storage diartikan sebagai tempat penyimpanan data, informasi, dan perintah. Contoh storage device adalah hard disk dan flash disk.

Sistem unit adalah komponen yang bertugas memproses data, informasi, atau perintah yang diinput. Hal ini dikerjakan oleh RAM, VGA, dsb.

Setelah praktikum berakhir, praktikan ditugaskan mengetahui spesifikasi komputer masing-masing. Dan inilah spesifikasi komputer ku, notebook sih, merk Axioo.

ram

Input Device

keyboard mouseOutput Device

resolution soundSistem Unit

 

VGA p

kapasitas ramada juga nih yang berfungsi sebagai input dan output

Lan pStorage

storage

Hari gue nulis ini masih selasa, 3 September 2013. Tadi siang ada praktikum penkom pertama tempatnya di Cyber Singkong atau yang sering gue sebut Manihot utilisima. Sesuai dugaan praktikum pertama materinya manajemen blog, gue sih biasa aja toh blog gue banyak namun berantakan ga keurus hehe :p. Singkat cerita berakhirlah tuh praktikum dengan kepala ngebul karena koneksi lelet sepanjang praktikum -,- dan dikasih tugas lah posting di blog. Ya gue langsung aja dah bikin hari ini, soalnya kalo ntar pasti lupa, #kebiasaan. Berhubung gue ga ngerti lagi mau posting apaan yaudah gue posting tugas terakhir gue aja di BaseCamp Bidik Misi. Gue sendiri sebagai penulis tuh karangan agak geli sama materinya, tapi yah mau gimana lagi daripada pembina ngambek.

Isi materinya seputar hijab… no!!!! bukan kerudung! tapi dalam konteks pembatas antara cowok dan cewek gitu. Sumpeh udah kayak ustadz gue bikin nih tugas, kayaknya setan kampus lagi pada sibuk ikut memeriahkan dies natalis kampus kita. ????????? wah daripada ngacapruk sikat aja gan, nih (sory di sono bahasanye formal)

Ngobrol Sama Lawan Jenis Via Gadget? Boleh Nggak Ya?

Ahmad Kosim, Agustus 2013

D14110001

                Perkembangan zaman tidak lepas diikuti perkembangan teknologi. Dari surat pos hingga skype perkembangan teknologi selalu bersifat memudahkan manusia dalam berkegiatan. Termasuk bercakap-cakap baik melalui telefon ataupun sekedar sms. Namun, bagaimanakah pandangan islam mengenai percakapan dengan lawan jenis dengan menggunakan teknologi ?

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali
bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat
ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia” (An-Nisa: 114).

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada
orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata,
Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”(Al Fushshilat : 33)

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf: 18)

Dua ayat diatas dapat dimengerti bahwa sebagian besar obrolan adalah tidak memiliki kebaikan kecuali seruan untuk berbuat baik dan malaikat pun selalu mengawasi apa yang kita lakukan bahkan apa yang kita ucapkan. Maka dari itu dianjurkan bercakap-cakap hanya bila ada manfaatnya dan berbicara dengan baik atau sopan. Lalu bagaimana dengan percakapan antar lawan jenis?

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

Hadits diatas memberikan pengetahuan bagi kita bahwa perbuatan zina itu bisa bermula dari berpandangan, pendengaran, bersenruhan, bahkan berbicara. Seperti dijelaskan hadits berikut

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim mengatakan, “Tidaklah diragukan bahwa memberi kesempatan kepada para perempuan untuk ikhtilat atau bercampur baur dengan para laki-laki adalah pangkal segala bala dan kejelekan. Ikhtilat itu termasuk sebab yang paling penting untuk turunnya hukuman Allah yang bersifat merata sebagaimana ikhtilat adalah di antara sebab kerusakan masyarakat dan individu”

bila sudah berdua maka yang ketiga adalah setan yang tentu saja perbuatnnya adalah menggoda manusia untuk berbuat dosa, oleh karenanya janganlah berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Karena dikhawatirkan terjadi maksiat.

Begitupun dengan chatting atau SMS, hal ini dapat juga memicu pebuatan maksiat. Sering sekali chatting dan sms membuat kita lupa waktu, lupa makan, bahkan lupa sholat (naudzubillah). Perbuatan yang kurang lebih banyak mudhorotnya sebaiknya ditinggalkan. Karena pada intinya kita melakukan perbuatan yang sia-sia.

Meskipun begitu hal ini bukan berati kita sepenuhnya tidak boleh mengobrol dengan lawan jenis. Berbicara sekedarnya dan seperlunya adalah cukup. Bicarakan lah hanya hal yang penting dan bermanfaat dan sebaiknya tidak mengobrol berduaan saja, mintalah ditemani orang lain dan janganlah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa ada pengawasan karena dikhawatirkan terjadi maksiat.

 

Pustaka

Anonim . 2009 . Panduan chatting menurut islam . http://media-islam.or.id/2009/07/13/panduan-chatting-menurut-islam/

Faisal . 2012. Bahaya Ikhtilat, Campur Baur Pria Wanita . http://faisalchoir.blogspot.com/2012/06/bahaya-ikhtilat-campur-baur-pria-wanita.html

Selasa, 3 September 2013 jam 10.30
katanya sih praktikum penkom. Materi pertama manajemen blog, praktikumnya buka LMS sama wordpress. Bete  . . . koneksinya lelet =,=

————

Februari 5, 2013 | Leave a Comment

alhamdulillah meskipun tidak sempurna, tetapi nyaris sempurna.

semoga semester depan hasilnya sempurna.
Amiin

mmmmmmmmm

Januari 21, 2013 | Leave a Comment

deg-degan menunggu hasil studi semester 3, mudah-mudahan sempurna . .
amin  . . .

UTS Semester 3

Oktober 28, 2012 | Leave a Comment

huft . . . . ga kerasa udah ninggalin blog student satu setengah semester….

semangat UTS lah . . . . mudah-muahan semester ini dapat 4
amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnn

UAS

Juni 4, 2012 | Leave a Comment

sebentar lagi UAS, semangat . . . . .

first posting

Oktober 3, 2011 | Leave a Comment

it is my first posting in IPB Student Blog . . .

i don’t know what should i post . .

what on earth are you thinking about ????

Hello world!

Oktober 3, 2011 | 1 Comment

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!